Saya menjadi teringat ketika hendak mau menikah di Bandung pada tahun
1998. Pada malam sebelum nikah, saya sempat bingung karena uang untuk
transport penghulu dan juga tempat penginapan belum ada di kantong.
Saya berdiskusi dengan almarhum ayah untuk mencarikan solusinya. Lalu
saya katakan kesulitan saya itu kepada beliau. Ketika kesulitan itu saya
sampaikan, ayah saya cuma tersenyum dan menyuruh saya untuk
melaksanakan sholat tahajud.
Malamnya, saya sholat tahajud dengan penuh kekhusyukan agar besok
dimudahkan dari segala urusan. Saya berserah diri kepada Allah seraya berdoa agar diberikan rezeki karena akan menikah
besok lusa. Saya pun berdoa sambil menangis sesunggukan memohon ampun
kepada-Nya. Segala ikhtiar sudah ditunaikan, sekarang saatnya saya
berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Semoga Allah mengabulkan segala
permintaan saya yang akan menikah esok lusa.
Besok paginya, setelah sholat subuh berjamaah, ada ketukan pagar
dari luar rumah. Begitu saya tengok keluar, ada pak Yono, salah satu
pengurus masjid Al Iman datang ke rumah kami.
Setelah pintu pagar dibuka, lalu saya persilahkan beliau masuk ke ruang
tamu. Setelah beliau ada di ruang tamu, maka mengobrollah kami sebentar,
lalu tiba-tiba saja diberinya saya amplop yang berisi uang. Jumlahnya
pas banget dengan yang saya butuhkan. Subhanallah, Alhamdulillah,
Allahu Akbar, saya mengucap syukur kepada Allah. Ternyata di pagi
hari itu, Allah memberikan rezekinya lewat pak Yono dan kawan-kawan
pengurus masjid yang tidak bisa ikut hadir dalam pernikahan saya di kota
Bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar